Sunday, December 18, 2011

 “Aku merasa seperti telah membuang banyak waktu untuk mengerjapkan mataku. Kau tahu kenapa? Karena selama saat itu, aku tidak bisa melihatmu.”

 - SHINee Onew -


KYAA~! ONEW OPPA, YOU ARE SO SWEET :)
“Semangat! Mimpi kalian harus besar.”

- SHINee Onew -
haloo semua ^^ 
Aku mau sedikit berbagi tentang tugas Bahasa Indonesia tentang tokoh idola. Sebenarnya ini tugas udah sejak zaman kelas 7 tapi gapapalah heheh :D


Taufik Hidayat

Taufik Hidayat lahir pada 10 Agustus 1981 di Bandung, Jawa Barat. Taufik adalah pemain bulutangkis tunggal putra Indonesia yang berasal dari klub SGS Elektrik Bandung dengan tinggi badan 176 cm.


Putra pasangan Aris Haris dan Enok Dartilah ini adalah peraih medali emas untuk Indonesia pada Olimpiade Athena 2004 dengan mengalahkan Seung Mo Shon dari Korea Selatan di babak final. Pada 21 Agustus 2005, dia menjadi juara dunia dengan mengalahkan pemain peringkat 1 dunia, Lin Dan di babak final. Sehingga ia menjadi pemain tunggal putra pertama yang memegang gelar kejuaraan dunia bulutangkis dan olimpiade pada saat yang sama.


Selain itu, ia juga sedang memegang gelar juara tungagal putra Asian Games (2002,2006). Dia juga telah enam kali menjuarai Indonesia terbuka pada tahun 1999, 2000, 2002, 2003, 2004, 2006.
Taufik Hidayat menikah dengan Ami Gumelar. Mereka dikaruniai seorang putri yang diberi nama Natarina Alika Hidayat dan seorang putra yang diberi nama Nayutama Prawira Hidayat.


Taufik kemudian mundur dari Pelatnas Cipayung pada 30 Januari 2009. Akhinya, ia menjadi pemain bulutangkis yang profesional.
-----

Nah, mengapa saya memilih seorang Taufik Hidayat untuk tugas ini karena dia adalah orang pertama yang membuat saya jatuh cinta dengan 'Bulutangkis' :)

Friday, December 16, 2011

FF - For You

For You
By : Wahyu Indah Lestari
Onew’s POV
            Aku segera bergegas untuk menuju ke sekolah. Hari ini adalah hari pertamaku masuk SMA. Aku pun berangkat menuju sekolah dengan berjalan kaki karena jarak rumahku ke sekolah cukup dekat. Di tengah perjalanan, tak sengaja aku menabrak seorang namja yang menggunakan seragam mirip dengan seragam yang ku pakai.
            “Mianhaeyo”
            “Ne, gwenchannayo”
Namja itu memiliki wajah yang sangat imut dan sepertinya dia adalah anak yang baik.
“Kenalkan, aku Lee Jinki tapi teman-temanku memanggilku dengan nama Onew. Siapa namamu ?”
“Aku Lee Taemin panggil saja Taemin, senang berkenalan denganmu”
“Senang berkenalan denganmu juga. Apa kau juga murid baru ?”
“Ne..”
“Ayo kita berangkat ke sekolah bersama !”
 Aku dan Taemin pun berjalan menuju sekolah. Setelah sampai di sekolah, kami melihat di kelas mana kami akan masuk. Dan ternyata kelas kami sama.
“Onew-ya, nanti sepulang sekolah main kerumahku ya ?”
“Boleh, tapi kerumahku dulu ya, aku mau izin ke umma dulu”
“Ne”
Sepulang sekolah, aku dan Taemin langsung menuju kerumahku. Aku meminta izin kepada umma dan umma mengizinkanku. Akhirnya kami langsung menuju kerumah Taemin.
Sesampainya di rumah Taemin, aku langsung di sambut dengan duaekor anjing yang lucu seperti pemiliknya. Hehehe...
“Anjingmu lucu sekali, siapa mananya ?”
“yang ini namanya Adam yang ini Eve. Ayo masuklah ke dalam”
            Aku segera masuk ke dalam rumah Taemin. Aku terpaku melihat begitu banyak poster boyband yang tertempel didinding rumahnya.
            “Taemin-ah, untuk apa kau mengumpulkan semua poster ini ?”
            “Ehm, untuk koleksi saja. Aku suka menirukan dance mereka”
            Jawab Taemin sambil memberiku segelas jus jeruk.
            “Jadi kau suka dance ?”
            “Tentu”
            “Boleh aku melihatmu menge-dance ?”
            “Boleh”
            Taemin langsung mempraktekkan dance yang ia pelajari. Dia sangat lincah dalam menge-dance, aku salut dengannya.
            “Wahh.. keren”
            “Gamsahamnida”
            “Maukah kau mengajariku dance ?”
            “Dengan senang hati”
Aku dan Taemin pun berlatih cukup lama. Aku sangat kaku saat pertama kali menirukannya tapi lama-kelamaan aku mulai terbiasa. 3 jam pun tak terasa telah terlewat, hari sudah semakin sore.
“Taemin-ah, aku pamit dulu ya ?”
“Ne, hati-hati”
Taemin mengantarkanku hingga ke depan rumahnya setelah itu aku langsung kembali menuju rumah. Di perjalanan aku terus mengingat-ingat gerakan dance yang diajarkan Taemin dan aku akan selalu mengingatnya. Ternyata dance juga asik hehehe..

Satu semester pun telah kita lewati, aku dan Taemin masih terus berlatih dance. Sekarang aku sudah agak mahir dalam bidang ini.
“Onew-ya..Onew-ya” terdengar teriakan Taemin yang memanggil namaku.
“Waeyo, Taemin-ah ?”
“Aku baru saja mendapat formulir lomba dance tingkat nasional, aku ingin kita ikut dalam lomba ini”
“Aniyo, Taemin-ah. Dance yang aku kuasai hanya sedikit itupun tak sebagus sepertimu”
“Ayolah, apa salahnya jika kita mencoba”
“baiklah”
Sejak saat itu kami selalu berlatih serius untuk lomba yang diadakan 2 minggu lagi itu.

1 minggu berlalu, tinggal 1 minggu lagi lomba dance itu dilaksanakan. Pulang sekolah kali ini aku tidak bersama Taemin karena aku harus menuju toko daging milik ummaku. Aku membantu ummaku berjualan danging.

Keesokan harinya, saat berangkat sekolah aku juga tidak bersama Taemin. Sesampai di sekolah aku langsung mencarinya tapi Taemin tidak ada. Hingga bel masuk kelas pun berbunyi, namun Taemin belumdatang juga. Kemana ya dia ?
Setelah pulang sekolah, kuputuskan untuk pergi kerumah Taemin. Tapi yang kudapati rumahnya sepi. Aku mencoba menelponnya tapi handphonenya tidak aktif. Taemin-ah dimana kau ?
Aku bertanya kepada tetangga sekitar rumah Taemin tapi tidak ada yang tahu keberadaan Taemin. Akhirnya aku tiba di rumah  tetangga Taemin yang terakhir.
“Apa kau mencari seseorang ?”
“Ne, ahjussi. Apakah kau tahu dimana keberadaan Taemin ?”
“Oh Taemin. Tadi pagi aku mendengar kabar kalau Taemin tertabrak mobil sekarang ia berada di rumah sakit cempaka”
“Mwo ? Jinja ?”
“Ne”
“Gamsahamnida, Ahjussi”
Aku langsung menuju ke rumah sakit tempat Taemin di rawat. Aku sangat cemas dengan keadaanya. Taemin kau tidak apa-apa kan ?
Sesampaiku di rumah sakit, aku langsung menuju kamar tempat Taemin dirawat. Aku melihat dari luar kamar, terlihat Taemin terbujur kaku dengan kepala dan kaki penuh perban. Aku tak kuasa menahan air mataku, melihat sahabatku seperti itu. Kata dokter Taemin menderita kelumpuhan pada kaki kirinya dan harus menerima 10 jahitan di kepalanya. Taemin kau pasti sembuh, bertahanlah..
2 hari sudah Taemin tak sadarkan diri, Aku selalu menjaganya di rumah sakit kerena kedua orang tuanya telah tiada. Taemin bangunlah, aku disini bangunlah kau jangan seperti ini terus.. BANGUNLAH TAEMIN-AH...!!!
5 hari pun berlalu, Taemin tak juga sadar dari komanya. Aku pun memegang tangannya. Taemin aku berjanji kepadamu, aku akan memenangkan lomba dance itu untukmu, sadarlah Taemin..
Terlalu banyak air mataku yang tumpah hingga aku tak menyadari bahwa air mataku menetes di tangan Taemin. Betapa terkejutnya aku melihat mata Taemin yang perlahan-lahan berkedip.
“Taemin-ah, kau sadar ? kau mendengar aku kan ?”
“O..o..onew-ya” kata Taemin sambil terbata-bata.
“Ne, Taemin-ah”
“A..ku di..dimana ?”
“Kau sedang di rumah sakit, kau tak sadarkan diri selama 5 hari”
Taemin terdiam sejenak, dia menatap mataku yang merah karena terlalu sering menangis. Lalu ia berkata kembali.
“Onew-ya, mengapa kau menangis ?”
“Ehm aniyo, Taemin-ah gwenchanna”
“Mengapa kakiku tak dapat digerakkan ?”
Aku tak sanggup untuk mengatakan yang sebenarnya kepada Taemin. Aku hanya bisa diam dan tak menjawab pertanyaan Taemin.
“Onew-ya, mengapa kakiku tak dapat digerakkan ? Onew-ya jawab pertanyaanku !”
Kulihat air mata mulai mengalir dari mata sahabatku itu. Akhirnya aku pun mengatakan yang sebenarnya kepada Taemin karena aku takbisa merahasiakan itu terus-terusan.
“Taemin-ah, dokter mengatakan bahwa.. bahwa kau...”
“Waeyo, Onew-ya ?”
“kau menderita kelumpuhan pada kaki kirimu tapi kau jangan sedih aku akan selalu menjagamu”
“aniyo, mengapa ini harus terjadi ? ANIYO!! ARGHH!!”
Taemin tak dapat menerima keadaan yang dialaminya, ia terus menangis tak percaya bahwa semua ini akan terjadi.
“Taemin-ah, aku berjanji aku akan menjagamu sepanjang waktuku hingga kau sembuh, aku janji aku janji”
“Bagaimana bisa ? Jika kau terus menjagaku apa kau tak melakukan aktivitasmu ?”
“Aku akan meninggalkan aktivitasku untuk menjagamu, Taemin-ah”
“Jinja ?”
“Ne..”
“Gamsahamnida, Onew-ya. Mianhae, aku selalu merepotkanmu, aku selalu membuatmu khawatir, jeongmal mianhae”
“Gwenchannayo, Taemin-ah. Aku telah menganggapmu sebagai saudaraku”
Aku tersenyum kepada Taemin dan Taemin juga membalas dengan senyuman dari bibir kecilnya.
“Onew-ya, boleh aku meminta satu permintaan kepadamu ?”
“Ne..”
“Aku ingin melihatmu menjadi pemenang di lomba dance itu”
“Aku akan berusaha untukmu, Taemin-ah”
Aku terus berlatih dance agar aku dapat memenangkan perlombaan itu. Aku berlatih di rumah sakit di hadapan Taemin sambil menghiburnya.

Hari perlombaan pun tiba, lombatersebut disiarkan secara langsung di televisi sehingga Taemin tak perlu pergi ke tempat lomba untuk melihatku. Sebelum berangkat ke tempat lomba, aku meminta dukungan kepada Taemin.
“Taemin-ah, doakan aku agar aku bisa menjadi juara”
“Ne, Onew-ya. Barangkatlah sebelum terlambat”
Aku punberangkat menuju tempat lomba, meninggalkan Taemin sendiriuntuk beberapa waktu.
Lomba pun dimulai, babak penyisihan telah ku lalui dan aku lolos. Babak perempat final baru dimulai, aku menampilkan poppin dance yang diajarkan oleh Taemin kepadaku dan tak kusangka aku pun lolos ke babak semifinal. Taemin aku lolos ke semifinal..
Semifinal dimulai, aku mengcover dance Ring Ding Dong yang ku pelajari sendiri dan lagi aku tak menyangka, aku bisa menembus babak final. Namun babak final baru akan dimulai 2 jam lagi. Aku menunggu babak final sambil terus berlatih. Di final aku akan menampilkan dance secara random, aku akan mencampur dance dari beberapa boyband, dance ini aku pelajari sendiri Taemin tak mengetahuinya. Dance ini memang khusus aku persembahkan untuknya dan aku berharap Taemin menyukainya.
Babak final dimulai, final diikuti oleh 5 peserta dansalah satunya adalah aku. Aku mendapat urutan kedua dan sebentar lagi aku akan tampil. Aku menghela nafas sejenak lalu mulai berjalan ke atas panggung. Taemin kau melihatku kan ?
Semua peserta telah tampil yang tersisa hanyalah menunggu hasil pengumuman dewan juri. Pengumuman mulai dibacakan.
“Juara ketiga diraih oleh peserta nomor urut 5, Jong..hyun”
“Juara kedua diraih oleh peserta nomor urut 8, Ki..bum”
“Dan yang ditunggu-tunggu adalah juara pertama. Juara pertama pada lomba dance kali ini adalah, O..new”
Sempat aku tak percaya mendengar apa yang ku dengar tapi semua itu kenyataan. Aku menuju atas panggung untuk menerima trophy juara. Setelah itu aku langsung menuju rumah sakit untuk memberikan trophy ini kepada Taemin. Taemin-ah aku datang..
Aku telah sampai dirumah sakit, aku melihat Taemin yang sedang menanti aku datang.
“Taemin-ah, lihat apa yang ku bawa. Ini yang kau inginkan kan ?”
“Selamat ya Onew-ya, kau sangat bagus saat menge-dance tadi apalagi yang kau tampilkan di final sungguh luar biasa. Apa kau membuat dance itu sendiri ?”
“Ne, aku membuatnya khusus untukmu. Ini ambilah trophyku semoga ini bisa membuatmu lebih baik”
“Onew-ya, terima kasih atas semua usahamu untukku. Aku tak bisa membalas apa-apa atas jasamu. Terima kasih, Onew-ya”
“Ne, gwenchanna”
-The End-


Wednesday, December 14, 2011

FF - A Gift

A Gift
By : Wahyu Indah Lestari
Onew’s POV
            Aku berjalan mendekat ke arah kalendarku, ya hari ini tanggal 29 Juli. Telah genap 1 tahun aku tidak bertemu dengannya.
--Flashback on--
            Aku dan Minsoo, yeojaku pergi berpiknik bersama. Saat kami duduk bersama di bawah pohon, tiba-tiba Minsoo tak sadarkan diri di bahuku. Aku segera membawanya ke rumah sakit dan segera mengabari orang tua Minsoo. Kata dokter, Minsoo menderita kanker darah sejak 3 tahun lalu. Minsoo-ya, mengapa kau tak memberitahuku ?
            Aku sangat mencemaskan keadaan Minsoo, tak lama kemudian kedua orang tua Minsoo tiba di rumah sakit.
“Apa yang kau lakukan kepada anakku, namja bodoh !” bentak umma Minsoo.
            Apa yang terjadi sungguh diluar dugaanku, orang tua Minsoo malah menyalahkan aku atas kejadian ini.
            “Saya tidak melakukan apa-apa, ahjumma. Tadi tiba-tiba Minsoo tak sadarkan diri”
            “Sudah jangan dekati anakku lagi pergi kau dari sini !”
            Aku hanya bisa terdiam dan menerima semua ini dengan berat hati, jika aku mengelak pun tak akan bermanfaat. Orang tua Minsoo terlalu menyalahkan aku. Aku pun pergi meninggalkan rumah sakit.
            Seminggu berlalu, aku tak juga mendapatkan kabar tentang keadaan Minsoo. Aku memberanikan diri pergi kerumah Minsoo. Tapi yang kudapati hanyalah rumah Minsoo yang kosong ditinggal penghuninya. Aku tak tahu dimana Minsoo berada. Minsoo-ya dimana kau ?
--Flashback off--
            1 tahun bukanlah waktu yang singkat. 1 tahun aku harus menanti kembalinya yeojaku. Aku tetap terdiam di depan kalendarku dan air mataku mengalir deras di pipiku.

            “Hey apa yang kau lakukan, hyung ?”
Kata seorang namja yang tiba-tiba berada di sampingku. Setelah aku menyadarinya, aku segera menghapus air mataku.
“oh, aku.. aku hanya melihat kalendar”
“Tapi mengapa kau menangis ?”
“Aniyo, aku tidak menangis, Taemin”
“Matamu memerah, hyung. Sudahlah katakan saja padaku, aku ini kan donsaengmu. Apa kau teringat Minsoo noona lagi, hyung ?”
Aku pun tak bisa terus-terusan membohongi Taemin, akhirnya aku pun berkata jujur padanya.
“Ne, Taemin-ah”
“Sudahlah hyung, kau jangan terus-terusan menangisinya. Dia pasti akan kembali walau entah kapan waktunya”
“Tapi sampai kapan aku harus menunggu, ini sudah 1 tahun !”
Kataku kepada Taemin dengan nada yang agak tinggi. Taemin pun menghampirikudan ia memegang bahuku.
“Sabar ya, hyung. Aku tahu perasaanmu tapi kau juga tidak bisa memaksakan keadaan. Aku yakin Minsoo noona paati kembali, nanti pada saat yang tepat”
“Ne, gomawo”

Aku dan Taemin terdiam diatas sofa warna hijau milikku. Setelah beberapa saat, akhirnya Taemin mulai membuka suara.
“ah hyung, besok kan hari ulang tahunmu. Bagaimana kalau kita pergi mencari makan ?”
Aku baru menyadari bahwa besok adalah hari ulang tahunku. Jika besok aku tak dapat bertemu dengan Minsoo, berarti ulang tahun kali ini ulang tahun ke-2 yang kulewati tanpa Minsoo setelah aku dan Minsoo bersama.
“Tidak perlulah. Hyung bisa memasakkanmu jadi tidak usah beli”
“Ah.. sekali saja hyung. Aku kan bosan jika harus memakan masakkanmu terus” kata Taemin dengan sedikit kesal.
“Baiklah jika kau memaksa”

Keesokan harinya, aku dan Taemin menuju kedai ramen milik Hyonim ahjumma. Taemin memesan semangkuk ramen dan aku hanya memesan segelas soda.
“Hyung, mengapa tak makan ? sejak tadi malam kau tak makan“
“Aku tak lapar” jawabku singkat.
“Ehm baiklah, aku makan dulu ya hyung”
Aku pun menunggu Taemin menghabiskan ramennya sambil melihat jalanan sekitar. Tanpa sengaja aku melihat yeoja yang sangat mirip dengan Minsoo. Minsoo ya itu Minsoo..
Aku pun berlari mendekati yeoja tersebut menunggalkan Taemin sendirian di kedai ramen.
“Minsoo-ya.. Minsoo-ya..”
Aku berteriak memanggil yeoja tersebut, namun ia tak mendengar. Aku pun menggapai tangannya lalu ia pun berbalik badan. Namun ia bukanlah yeoja yang kucari, dia bukan Minsoo. Akhirnya aku pun kembali ke kedai ramen dengan sedikit rasa malu.

“Hyung, mengapa kau meninggalkanku ?” tanya Taamin dengan wajah yang cemberut.
“Mianhae, Taemin-ah. Tadi hyung mengejar yeoja yang kukira Minsoo, tapi buka”
“Oh, gwenchanna. Hyung, bayarlah makanan yang kita pesan, lalu kita kembali ke rumah”
“Ne..”

Setelah membayar, aku dan Taemin kembali menuju rumah. Di perjalanan, Taemin selalu meyakinkanku bahwa aku pasti akan bisa bertemu lagi dengan Minsoo.
“Hyung, apa harapanmu di ulang tahun kali ini ?”
“Bertemu dengan Minsoo. Jika itu terjadi, pasti akan menjadi kado terindahku” jawabku singkat.
“Ne, semoga terkabul ya hyung”
“Gomawo, Taemin-ah. Kau telah banyak mensupport ku selama ini, maafkan hyung jika hyung belum bisa membahagiakanmu”
“Aniyo, gwenchanna, hyung. Kau adalah hyung terbaik yang ada di dunia ini”
“Gomawo”

50 meter dari tempatku sekarang adalah rumahku, namun kendaraan yang berlalu-lalang membuat rumahku tak terlihat. Aku dan Taemin terus berjalan dan mempercepat langkah karena saat ini udaranya sangat dingin sekali.
Sekarang aku berada di 10 meter sebelum rumahku, kini rumahku mulai terlihat. Aku terkejut ketika melihat seorang yeoja dengan rambut sebahu berdiri di depan pagar rumahku, aku langsung berlari mendekatinya. Setelah aku sampai di belakang yeoja itu, ia tak kunjung membalikkan badannya.
“Minsoo-ya.. Apa kau Minsoo ?”
Akhirnya yeoja itupun memutar badannya. Sekejap itu juga, aku langsung memeluknya.
“Minsoo-ya, akhirnya kau kembali. Kemana saja kau selama ini ? aku sangat merindukan wajah cantikmu”
“Maafkan aku, oppa. Aku pergi ke Paris untuk menyembuhkan penyakitku. Maafkan aku yang tidak menceritakan hal ini kepadamu, aku tidak mau hubungan kita berakhir maka dari itu aku menyembunyikan semua ini. Mianhae, oppa”
Air mataku mengalir deras, Minsoo merasa sangat bersalah.
“Hubungan kita takkan pernah berakhir sampai kapanpun, Minsoo-ya. Saranghae” kataku sambil mengecup pipi Minsoo.
“Saengil chukkae, oppa. Saranghamnida..”

Aku memeluk Minsoo untuk beberapa waktu. Tanpa sadar aku teringat bahwa Taemin masih berada di seberang jalan. Aku pun melepaskan pelukanku secara perlahan. Aku memutar badanku dan melihat ke arah Taemin, ku lihat dongsaengku ini sedang tersenyum kearahku. Taemin terlihat bahagia melihatku dapat bertemu kembali dengan Minsoo.
Aku pun mengalihkan pandanganku kembali menuju Minsoo. Mata Minsoo yang selalu tersenyum membuatku tidak bisa melupakannya. Aku memegang pipi Minsoo dan berkata
“Jadi, sekarang kau telah sembuh, Minsoo-ya ?”
“Ne, oppa. Walau tak sepenuhnya penyakitku sembuh tapi aku yakin denganmu penyakit ini perlahan pasti akan sembuh”
“Kau tidak akan meninggalkanku lagi kan ?” tanyaku.
“Tidak, oppa. Aku akan menemanimu hingga ajal memisahkan kita” jawabnya sambil tersenyum manis.
Aku memeluk Minsoo kembali, aku sadar Tuhan telah menentukan semua jalan hidup makhluknya. Apa yang dikatakan Taemin kepadaku telah terbukti, semua pasti akan terjadi pada waktunya. Terima kasih Tuhan, telah mempertemukan aku dengan orang sebaik Minsoo dan Taemin...
“Hyung, kau takkan sedih lagi kan ?” teriak Taemin dari seberang jalan.
Aku hanya bisa tersenyum melihat tingkahnya yang selalu bisa membuatku senang. Begitu pula dengan Minsoo, dia hanya tersenyum melihat Taemin seperti itu.
“Taemin-ah, apa kau akan terus berada di seberang jalan ?” kataku pada Taemin.
“Aku akan kesana jika kau berjanji, kau takkan sedih lagi, hyung ?”
“Kalau begitu aku tidak berjanji, kau disana terus saja” gurauku.
“Tunggu hyung, aku kesana, aku tak mau disini”

-The End-

           

#DubuOnewDay

Selamat Ulang Tahun Leader ku yang baik, yang tampan, yang rendah hati, yang memiliki senyuman dan suara terindah sepanjang masa ^^ Semoga apa yang oppa harapkan bisa terwujud, semakin tampan, sehat selalu, dan semakin sukses untuk kedepannya :) saranghamnida ^^

Sunday, December 11, 2011

Datang Kembali

Hufft.. lega akhirnya blog ini bisa dibuka lagi, setelah penantian panjang hehehh


okey gaes, besok aku mau UAS jadi masih belum bisa posting. Do'ain supaya aku sukses ya :)
thanks..