“Oppa, tanggal berapa oppa akan kembali?”
“Dari surat yang oppa terima, oppa akan kembali tanggal 17 Desember tahun ini”
“Ne, oppa.. Aku akan menunggumu~” ucapku.
“Aku juga akan menemuimu, chagi-ya~”
“Hehe.. Oppa, nanti oppa hubungi aku lagi ya, annyeong oppa~”
“Ne, annyeong~” balasnya.
--
17 Desember 2011
Aku sengaja tidak tidur sejak kemarin malam, aku tidak sabar untuk bertemu Onew. Ia mengatakan bahwa pesawatnya akan berangkat dari paris sekitar pukul 02.00 pagi (waktu paris). Karena perbedaan waktu Paris dan Daegu adalah 5 jam, jadi pesawat Onew baru akan tiba di Daegu sekitar pukul 10.00 pagi. Aku terus melirik kearah jam dinding serambi menonton televisi. Tiba-tiba ponselku berdering, Kyuhyun mengirimiku pesan.
From : Kyuhyun
Annyeonghaseyo, Minsoo-ssi. Apakah pagi ini kau ikut ke Incheon untuk menjemput Onew? Jika iya, kau boleh berangkat bersama kami.
To : Kyuhyun
Ne, Kyuhyun-ssi. Aku akan berangkat dengan taxi saja, jadi Kyuhyun-ssi tidak perlu menjemputku.
From : Kyuhyun
Ah, ne baiklah
--
Jam telah menunjukkan pukul 07.30. Aku bersiap-siap akan berangkat menuju bandara Incheon. Namun pesawat Onew baru akan tiba 2,5 jam lagi, aku memutuskan untuk menunggu sambil menonton televisi. Saat acara yang kutonton sedang iklan, tiba-tiba ada sekilas berita yang mengatakan bahwa sebuah pesawat boing 737 yang berasal dari Paris jatuh di samudra pasifik dan tenggelam. Aku sangat terkejut dan air mataku keluar saat itu juga. Pesawat itu adalah pesawat yang dinaikki Onew pagi ini. Jadi... Onew... ANDWAE...
Air mataku semakin membanjiri pipiku, tanpa pikir panjang aku langsung berlari keluar rumah dan menyetop sebuah taxi.
“Ahjussi, bandara Incheon” ucapku sambil memasuki taxi. Taxi langsung menuju bandara. Sesampainya di bandara, aku langsung menuju ruang tunggu bandara dan menunggu hingga pukul 10.00 karena pesawat Onew baru akan tiba pada pukul tersebut. Aku menunggu sambil mencari-cari dimana keluarga Onew, namun aku sama sekali tidak melihat keberadaan mereka. Akhirnya aku pun memutuskan untuk menunggu kedatangan Onew sendirian.
Tak terasa waktu telah menginjak pukul 10.05. Aku langsung bangkit dari tempat dudukku dan berjalan menuju lorong kedatangan pesawat dari penerbangan Internasional. Aku mencari-cari sosok Onew, namun ia tak nampak. Aku tak kuasa menahan air mataku, walau banyak orang yang memperhatikanku aku tetap tidak bisa menahan air mataku yang sudah mengalir deras. Oppa...
--
Onew’s POV
-Paris, 02.00 a.m- (nb : ingat ya, di ff ini perbedaan daegu-paris adalah 5 jam. Jadi kalau di paris jam 2, berarti di daegu jam 7)
Aku nampak seperti orang bodoh di bandara Paris, aku memaksa menerobos masuk pintu pemberangkatan karena aku sudah sedikit terlambat. Dan aku pun telah berhasil masuk ke ruang pemberangkatan, namun pesawat yang akan kunaikki baru saja berangkat beberapa detik lalu. Ahh jinjja...
Andai saja taxi yang kunaikki tadi tidak lelet, aku pasti tidak akan ketinggalan pesawat seperti ini. Aku pun memutuskan untuk keluar dari ruang pemberangkatan, dan melihat jadwal pemberangkatan pesawat yang lain. Untungnya ada pesawat lain yang akan berangkat menuju Daegu pada pukul 03.00, jadi aku hanya perlu menuggu satu jam. Aku berjalan mengelilingi bandara sambil mencari makanan untuk makan malam—lebih tepatnya malam menjelang pagi—karena perutku terasa sangat lapar.
Saat aku sedang asik menikmati sebuah hamburger, tiba-tiba aku mendengar berita pesawat jatuh dari televisi bandara. Aku langsung mengalihkan pandanganku menuju televisi itu. Tak kusangka bahwa pesawat yang jatuh itu adalah pesawat yang tadinya akan kunaikki. Aku sangat bersyukur karena aku tidak jadi naik pesawat tersebut, dan aku sangat berterima kasih kepada sopir taxi yang kunaikki tadi karena telah menyelamatkanku dari maut walau aku tak tahu dimana keberadaan sopir taxi itu.
--
Aku menarik koperku dan berjalan menuju ruang pemberangkatan, banyak sekali orang yang sudah mengantri untuk masuk kedalam pesawat. Sambil mengantri masuk ke pesawat, aku mengirim sebuah pesan ke Minsoo, mengatakan bahwa aku sudah berangkat dari Paris. Kemudian aku segera mematikan ponselku agar tidak mengganggu penerbangan. Dan pesawat pun akhirnya bertolak dari Paris menuju Daegu. Minsoo-sii aku datang...
--
-Daegu, 11.05 a.m-
Akhirnya aku dapat melihat lagi langit biru di kota Daegu, aku segera menuruni tangga pesawat dan keluar melalui pintu kedatangan Internasional. Nampak umma, appa, keluarga, dan beberapa teman-temanku sudah berkumpul untuk menyambut kedatanganku. Aku segera berlari menuju ke arah mereka, aku langsung memeluk umma dan appa. Aku sangat merindukan mereka, kupeluk mereka erat untuk melepaskan kerinduanku. Aku pun beralih menuju Kyuhyun hyung dan teman-temanku, mereka nampak bahagia dapat melihatku lagi. Namun aku baru tersadar bahwa Minsoo tidak ada.
“Umma, dimana Minsoo?” tanyaku pada umma.
“Molla.. Sejak umma berada disini, umma belum melihatnya sama sekali” jawab umma sambil menaikkan bahu.
“Ah Onew-ya, tadi pagi Minsoo berkata padaku bahwa ia akan berangkat sendiri, jadi ia tidak berangkat bersama kami” sahut Kyuhyun hyung.
“Onew hyung, mungkin Minsoo sudah pulang karena penerbanganmu diundur” ucap Jonghyun.
Aku langsung mengaktifkan ponselku dan menelpon Minsoo tapi ia tidak menjawa panggilanku.
“Umma appa, tolong bawakan barang-barangku ke rumah. Aku akan mencari Minsoo..” ucapku tanpa berpikir panjang. Aku pun langsung meninggalkan mereka dan berlari menuju sebuah taxi.
Aku memutuskan untuk pergi ke rumah Minsoo. Selama perjalanan, aku terus berusaha untuk menghubunginya namun ia tetap tidak menjawab panggilanku sampai akhirnya aku sudah tiba di depan rumah Minsoo. Aku langsung mengetuk pintu rumahnya dan berharap semoga Minsoo ada di rumah. Umma Minsoo membukakan pintu, dan beliau berkata bahwa Minsoo tidak ada di rumah. Minsoo juga meninggalkan ponselnya di rumah, umma Minsoo meminta tolong padaku untuk mencari Minsoo. Aku pun menyanggupi dan langsung bergegas pergi ke sebuah tempat. Aku yakin pasti Minsoo ada disana.
--
Minsoo’s POV
Air mata tak henti-hentinya mengalir, bahkan aku belum melihat wajah Onew untuk terakhir kalinya. Aku berdiri dari dari tempat dimana aku dan Onew duduk saat kami kemari, ingatkah kamu oppa.. tempat ini menyimpan kenangan indah untukku.. Aku berjalan mendekat ke arah ombak, kubiarkan sebagian jeansku basah terkena air pantai. Aku memejamkan mataku dan terus berharap agar Onew dapat selamat dari kecelakaan pesawat itu. Aku membayangkan saat pertama kali aku bertemu dengannya hingga sekarang.. sekarang Onew masih belum kuketahui keadaannya.
“ONEW OPPA....” teriakku keras kearah lautan. Aku tidak mempedulikan orang-orang disekitarku, mereka mungkin menganggapku orang tidak waras namun aku tidak menghiraukan mereka. Aku hanya berdoa dan terus berdoa untuk keselamatan Onew. Kutundukkan kepalaku dan menatap lurus ke pasir yang sedang kupijak.
“Minsoo-ssi, hhh..hhh” panggil seseorang dari arah belakangku dengan nafas yang terengah-engah. Sontak aku langsung membalikkan badanku karena aku sangat mengenali suara itu.
*back song : Kim Soo Hyun-Dreaming*
“Onew oppa...” ucapku lirih sambil menatap orang tersebut. “Oppa...”
Aku langsung berlari menuju Onew, ia lah yang memanggilku. Kupeluk Onew erat, aku sangat tidak menyangka orang yang kukira sudah tidak ada, sekarang ia berada tepat dalam pelukkanku. Kusandarkan kepalaku di bahu Onew, air mataku masih mengalir seiring dengan kebahagiaan dan kesedihan yang kurasa. Aku melepaskan pelukanku sejanak.
*back song end*
“Oppa.. kamu benar Onew oppa kan?” tanyaku sambil memegang pipi Onew untuk memastikan bahwa ia masih hidup.
“Ne, ini oppa Minsoo-ssi. Waeyo?” balas Onew sambil menatapku dengan tatapan penuh pertanyaan.
“Pesawat oppa kan jatuh..” jawabku singkat.
“Ahh masalah itu.. tadi Oppa datang terlambat saat ke bandara, jadi oppa tidak naik pesawat yang tidak disangka akan jatuh itu. Oppa naik pesawat berikutnya. Oppa telah mengirimimu pesan, tapi kamu meninggalkan ponselmu dirumah. Untunglah oppa batal naik pesawat yang jatuh itu..” jelas Onew sambil mengembangkan senyumnya. Senyum itu.. akhirnya aku bisa melihat senyum itu lagi..
“Oppa...” ucapku sambil kembali memeluk Onew.
“Ne, gwenchanna.. Oppa tidak akan meninggalkanmu lagi” kata Onew sambil mengelus rambutku. Aku melepaskan pelukanku, Onew berusaha menguatkanku sambil memegang bahuku. “Uljimayo..” ucapnya.
Aku segera menghapus air mata yang ada di pipiku dan mengembangkan senyum untuk Onew. Terima kasih Tuhan.. akhirnya aku dapat melihatnya lagi..
“Ayo pergi ke suatu tempat! Minsoo-ssi, aku akan menurutimu kemana saja kamu ingin pergi. Sekarang kamu ingin pergi kemana?” ucap Onew padaku sambil menggandeng tangan kiriku dan berjalan meninggalkan pantai.
“Ke tempat dimana kita memulai kisah, oppa..” jawabku sambil menoleh untuk menatap mata Onew.
“Ah taman! Let’s go!” balas Onew dengan riang.
Kami pun menuju taman dengan mengendarai bis kota. Sepanjang jalan Onew tidak henti-henti bercerita padaku tentang pengalamannya selama di Paris. Aku mendengarkan cerita tersebut sambil sesekali tertawa karena Onew memberikan candaan di tengah ceritanya. Tuhan.. tolong ijinkan aku untuk selalu bersamanya..
--
22 April 2012
-Seoul, 07.00 a.m-
Aku dan Onew menata barang-barang yang baru saja tiba di rumah baru kami. Kemarin kami memasuki rumah baru ini, setelah seminggu lalu kami menggelar pesta pernikahan. Kami membuka satu persatu kardus berukuran besar yang berisi beberapa perabotan rumah tangga dan hadiah yang kami dapat saat pesta pernikahan. Dan kami meletakkannya sesuai dengan yang kami rencanakan.
“Chagi~ Oppa lapar..” ucap Onew sambil memberikan aegyo padaku.
“Aihh cutee~” balasku sambil menyentuh hidung Onew dengan jari telunjukku. “Ne, aku akan memasakkan sarapan yang spesial untuk oppa” lanjutku.
“Gomawo.. aku akan setia menunggu masakannya matang kekeke”
Aku pun tersenyum melihat tingkah lucu Onew, ia menggemaskan. Aku berjalan menuju dapur dan memasak sop ayam kesukaan Onew.
--
Kita tidak akan pernah tahu seberapa besar orang lain mencintai kita,
tapi percayalah bahwa akan selalu ada orang lain
yang mencintai kita setulus hatinya..
Meskipun ada sebuah penghalang antara kita dan orang yang kita cintai,
yakinlah bahwa suatu hari kita pasti akan bertemu
dengan orang tersebut..
--
-THE END-
Thanks to :
Allah SWT, readers yang selalu menyuruh saya untuk meneruskan FF ini dan akhirnya FF ini pun dapat saya selesaikan. Terima kasih kepada Onew dan tentunya SHINee yang telah menjadi inspirator saya untuk terus menulis FF. Dan tidak lupa, saya juga mengucapkan terima kasih kepada laptop saya tercintah, yang selalu menemani saya selama pembuatan FF ini hohoho..
Terima kasih kepada seluruh reader yang telah meluangkan waktunya untuk membaca FF saya. Mungkin jika ada kesalahan pengetikan, harap maklum karena saya bukanlah manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan. Setiap manusia pasti tidak akan sempurna, jadi kurang lebihnya saya mohon maaf yang sebesar-besar dan sekali lagi saya ucapkan terima kasih.
Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh....
--
Do not copy without permission!
© Wahyu Indah Lestari, 2012
No comments:
Post a Comment